Kamis, 25 April 2013

CERPEN QWU.... :) ==> Perjuangan Hidup


Angin malam yang semakin lama semakin terasa dingin, hingga menusuk tulang, cahaya bintang-bintang yang menghiasi langit, terasa sangat indah untuk dipandang. Malamyang gelap itu seakanmengerti  perasaan yang sedang dialami Aslam. Kini Aslam sedang  merenung, ia teringat dengan bencana alam yang telah menimpanya, yang telah memakan banyak korban jiwa,  sekarang dirinya menjadi sebatang kara karena ditinggal oleh para keluarganya. Hal inilah yang membuat hati Aslam menangis danseperti teriris yang rasanya sangat perih.
 Kokokan ayam pun mulai terdengar, suara merdu burung-burung  telah bersautan, matahari pun mulai menyinari. Pagi itu Aslam telah bersiap-siap untuk pergi mengamen, hal itulah yang dilakukan Aslam untuk bisa bertahan hidup, dengan botol aqua yan g diisi pasir dan menyanyikan sebuah lagu ia pun mendapatkan uang yang sangat minim, dari satu mobil ke mobil lainnya, begitulah yang dilakukannya setiap hari. Setelah cukup letih mengamen, Aslam pun beristirahat di dekat perusahaan Koran, sambil melihat kekanan dan kekiri Aslam melepaskan kelelahannya. Namun, kali ini pandangannya tertuju kepada seorang penjual Koran yang sedang menawarkan korannya, ia berkata di dalam hatinya “kalau saja aku menjadi seorang pengamen dan penjual Koran maka itu akan lebih baik, aku bisa mendapatkan uang yang lebih banyak”, maka dengan motivasi tersebut Aslam mulai melangkah mendekati penjaga Koran itu, Aslam pun berkata kepadapenjaga  Koran tersebut “permisi pak apakah disini masih membutuhkan tenaga kerja?”penjaga  Koran pun menjawab “memangnya kenapa, adik ini mau bekerja disini? “ Aslam pun membalas “ya pak benar, saya ingin bekerja disini.”penjaga Koran menjawab “ya sudah, mulai hari ini kamu saya izinkan untuk berjualan Koran, untuk permulaan saya beri 15 lembar, jika Koran ini habis terjual kamu akan memperoleh Rp 30.000; apakah kamu sudah mengerti?” Aslam menjawab” ya pak, saya mengerti, terima kasih pak.” .sejak saat itu Aslam menjadi pengamen dan penjual Koran, Aslam berjualan dengan jujur dan ramah, ia juga pandai berdagang sehingga koran-koran itupun habis terjual. Hari-hari pun telah berlalu, sampai pada suatu hari ia dipanggil olehpenjaga Koran untuk menemui atasannya, atasannya itu ternyata bernama bapak Randy ia adalah seorang pengusaha yang sukses, bukan hanya perusahaan Koran yang ia miliki tapi juga perusahaan-perusahaan yang lainnya, ternyata karena kepandainnya dalam berjualan sehingga Aslam diberi hadiah oleh bapak Randy, Aslampun merasa senang dan mengucapkan terima kasih kepada bapak Randy.
 Pada suatu hari ia terlambat meminta dagangan Koran kepada penjaga Koran.penjaga Koran pun menegurnya “ Aslam! Mengapa kamu hari ini terlambat?”, Aslam menjawab dengan penuh rasa bersalah “ Em…mm…maaf pak, tadi….ss…saya habis pulang sekolah.” penjaga Koran pun berkata “ya sudah, karena ini adalah kesalahan kamu yang pertama kali, maka ini sebagai teguran, tapi kamu jangan mengulangi lagi ya!” Aslam menjawab “ iya pak, sekali lagi maafkan saya.” Ternyata Aslam bukan hanyamengamen dan berjualan Koran, tapi ia juga bersekolah.Di sekolah ia belajar dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh hansip, lalu ia mengintip dari jendela ruang kelas agar bisa mendapatkan materi pelajaran. Tapi…. Tak jarang Aslam tertangkap oleh hansip. Sungguh begitu besarnya semangat Aslam untuk bersekolah sehingga jalan yang berliku-liku itupun ia jalani.
Keesokan harinya, ketika ia hendak pulang dari sekolahnya ia melihat kejadiaan yang mengenaskan, seorang anak kecil yang mungkin sebaya dengan dirinya tertabrak oleh mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, dan diduga pengemudi itu sedang mabuk, setelah menabrak pengemudi itu melarikan diri,melaju dengan kecepatan tingggi, orang sekitar berusaha mengejar mobil itu, tapi apa daya dan usaha pengemudi itu sudah jauh, melihat anak kecil yang banyak mengeluarkan darah itu, hati Aslam pun menangis, ia berfikir jika anak kecil itu kekurangan darah dan tidak mendapat donor darah dari seseoarang, maka nyawanya tidak akan tertolong lagi dan pasti orang tuanya akan merasa sedih sekali apalagi jika ia adalah anak semata wayang. Karena Aslam tahu bagaimana sangat sedihnya ditinggal oleh orang-orang tersayang, maka Aslam tidak mau jika orang tua anak kecil itu merasakan kesedihan yang mendalam juga, karena kesedihan itu terasa sangat menyiksa. Akhirnyadengan hati yang tulus dan rasa iba, Aslam membantu menolong anak kecil tersebut bersama orang-orang sekitar hingga Aslam ikut pergi kerumah sakit tempat anak kecil itu dibawa, lalu Aslam meminta dokter untuk memeriksa golongan darahnya, setelah diperiksa ternyata golongan darah anak kecil tersebut sama dengan dirinya,lalu Aslam pun mengajukan darahnya untuk didonor, maka setelah dipersiapkan alat-alatnya, Aslam pun disuntik dan diambil darahnya, setelah proses pendonoran selesai maka dokter pun pergi. Lalu orang tua anak kecil tersebut datang, setelah bertanya kepada petugas di ruang reformasi mereka pun langsung menuju kamar anaknya dirawat melihat anaknya yang sedang terbaring dengan lemah dan seperti tidak berdaya maka kedua orang tua itupun tanpa sadar telah meneteskan air matanya, begitu sedihnya hati mereka apalagi jika kejadian yang mengenaskan itu mereka saksikan langsung, mungkin mereka akan tak sadarkan diri.Setelah beberapa saat kedua orang tua itu menanyakan kepada dokter tentang orang yang telah mendonorkan darah kepada anaknya, kemudian dokter pun membawa mereka ke kamar orang yang telah mendonorkan darahnya, setelah pintu kamar dibuka,ketika mereka memandang wajah pendonor betapa terkejutnya mereka, karena mereka telah mengenalnya, dia adalah Aslam seorang anak yang bekerja menjual Koran di perusahaan korannya, ketika kedua orang tua itu menatap wajah Aslam betapa terharunya hati kedua orang tua tersebut, dan akhirnya mereka pun mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya, dan sebagai tanda terima kasih mereka, mereka menawarkan fasilitas-fasilitas kepada Aslam, namun semua fasilitas itu di tolak oleh Aslam akhirnya kedua orang tua itupun yang tak lain adalah bapak Randy dan ibu Sekar mereka pun berfikir kira-kira apa keinginanya yang selama ini belum bisa terwujud, akhirnya bapak Randy pun mempunyai ide, merekamenawarkan untuk menyekolahkannya di sekolah nomor satu di Indonesia, dan agar Aslam dan anak mereka yaitu mu’min bisa satu sekolah dan akhirnya menjadi sahabat, akhirnya Aslam pun mau menerima tawaran tersebut, tak lupa Aslam pun berterima kasih kepada mereka.
Setelah Aslam dan mu’min sembuh, pada pagi harinya mereka pergi sekolah bersama-sama, dan tak salah lagi apa yang kedua orang tua itu rencanakan ternyata terwujud,baru saja mereka sebentar berkenalan mereka berdua telah menjadi sahabat sejati. Setelah sampai di sekolah barunya ia merasa terharu, Aslam tak menyangka dapat meginjakan kaki lagi disekolah. Ini adalah pertama kalinya Aslam menginjakkan kakinya disekolah setelah sekian lama Aslam tidak pernah menginjakkan kaki disekolah,maka hati Aslam pun merasa sangat senang,ia tak dapat mengungkapkan lagi dengan kata-kata. Aslam pun belajar pelajaran dengan penuh semangat, kini hari-hari Aslam pun telah berubah menjadi lebih baik, ia tidak perlu lagi mengintip pelajaran dari jendela kelas lagi, tapi ia langsung bertatap muka dengan gurunya,Aslampun belajar dengan sangat giat, ia pun tergolong anak yang pandai dan cerdas tak jarang ia mendapatkan hadiah-hadiah karena prestasi-prestasinya yang telah diraihnya mulai dari juara kelas, anak teladan, juara-juara lomba, dan olimpiade hingga tingkat nasional, dari hadiah-hadiah itu ia pun mengembangkannya menjadi barang yang lebih berharga atau yang dikenal denagan barter,seperti ia mendapatkan hadiah tempat pensil dari Korea dan karena itu adalah barang yang langka dan bagus serta sangat menarik maka seorang temannya ingin sekali menukarnya dengan tas dari Filiphina kebetulan ia mempunyai dua buah tas dari Filiphina setelah diantara mereka terjadi kesepakatan maka barter atau pertukaran itupun terjadi.Jadi bareter itu menukarkan sesuatu yang menurut mereka berdua itu saling menguntungkan.
Hari-hari Aslam pun telah terlewati, kini ia merasa telah mendapatkan semangatnya lagi, sekarang hari-harinya bebeda dengan yang dulu, hari-hari yang penuh dengan suka ria telah ia dapati,sampai suatu hari ia diminta mengikuti lomba olimpiade yang kedua kalinya tingkat nasional, dengan ketekunan dan do’a, bimbingan guru dan motivasi teman-teman akhirnya Aslam bisa mendapatkan juara, para guru, kepala sekolah,teman-teman, dan yang lainnya mereka sangat senang bukan main, apalagi terlihat diwajah Aslam kesengan yang mungkin tak dapat ia lupakan, hari itu merupakan hari yang sangat berbahagia, apalagi sekarang tukar-menukar atau barter yang dilakukan Aslam yang tadinya berawal dari tempat pensil dari korea sekarang telah menjadi rumah, Aslam pun sujud syukur kepada Sang-Kholiq yang telah mengubah semuanya dan memberikan nikmat yang sangat banyak
Kemudian Aslam berfikir untuk bisa menbuat sesuatu, agar memudahkan masyarakat dalam beraktivitas, khususnya teman-temannya yang dulu, karena Aslam tahu bahwa hidup tanpa tempat tinggal itu sangat susah sekali, karena mereka tidak mempunyai harta benda apapun. Sambil meneliti dan melakukan eksperimen-eksperimen, dan beribadah serta berdo’a kepada Alloh SWT, dan yang pasti Aslam tidak pernah lepas dari dukungan masyarakat setempat, dalam kurun waktu yang cukup lama, akhirnya Aslampun  menemukan hasil dari penelitian dan percobaannya, yaitu bahan makanan laut,yang sering di sebut dengan gamat atau sea cucumber yang sangat kaya akan manfaat, dengan hasil penelitian Aslam ini maka tingkat kesehatan di Indonesia dapat teratasi dan berkurang secara drastis, karena penelitian yang sangat bermanfaat ini, akhirnya berita ini sangat cepat untuk menyebar, dari kampung ke kota ke kota besar hingga ke istana Negara. Keesokan harinya pak pos memberikan surat kepada Aslam betapa terkejutnya Aslam ketika melihat surat itu ternyata surat itu berisikan tentang pengangkatan ia menjadi seorang professor cilik.Kegembiraan Aslampun tidak terbayangkan, dan karena kegembiraan itu, iapun sujud syukur.
Created By          : Maretta Afia Yaasin

Larangan membantah ORANG TUA....

 Dalil Bersumber Dari Al – Qur’an :
“Apakah barangkali, andaikata engkau semua berkuasa, maka engkau semua akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan ikatan kekeluargaanmu semua. “Orang-orang yang sedemikian itu adalah orang-orang yang dilaknat oleh Allah, lalu Allah memekakkan pendengaran mereka dan membutakan penglihatan mereka.”
(Muhammad: 22-23)
“Dan orang-orang yang merusak janji Allah sesudah teguhnya dan pula memutuskan apa-apa yang diperintah oleh Allah untuk dihubungkannya serta membuat kerosakan di bumi, maka mereka itulah yang mendapatkan kelaknatan dan akan memperoleh kediaman yang buruk.”
(ar-Ra’ad: 25)
“Dan Tuhanmu telah menentukan supaya engkau semua jangan menyembah melainkan Dia dan supaya engkau semua berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan kalau salah seorang di antara keduanya ada di sisimu sampai usia tua, maka janganlah engkau berkata kepada keduanya dengan ucapan “cis”, dan jangan pula engkau menggertak keduanya, tetapi ucapkanlah kepada keduanya itu ucapan yang mulia penuh kehormatan. “Dan turunkaniah sayap kerendahan – maksudnya: Rendahkanlah dirimu – terhadap kedua orangtuamu itu dengan kasih-sayang dan katakanlah: “Ya Tuhanku, kasihanilah kedua orangtuaku itu sebagaimana keduanya mengasihi aku di kala aku masih kecil.”
(al-lsra’: 23-24)
Dari Abu Bakrah iaitu Nufai’ bin al-Harits r.a’.katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Tidakkah engkau semua suka saya memberitahukan perihal sebesar-besarnya dosa besar?” Beliau menyabdakan ini sampai tiga kali. Kita-para sahabat- menjawab: “Baiklah,ya
Rasulullah.” Beliau s.a.w. bersabda: “Menyekutukan kepada Allah dan berani kepada kedua orangtua.” Semula beliau s.a.w. bersandar lalu duduk kemudian bersabda lagi: “Ingatlah, juga mengucapkan kedustaan serta menyaksikan secara palsu.” Beliau s.a.w. senantiasa mengulang-ulanginya kata-kata yang akhir ini, sehingga kita mengucapkan: “Alangkah baiknya, jikalau beliau diam berhenti mengucapkannya.” (Muttafaq ‘alaih)
Dari Abdullah bin Amr bin al-’Ash radhiallahu ‘anhuma dari Nabi s.a.w, bersabda:
“Dosa-dosa besar itu ialah menyekutukan kepada Allah, berani kepada kedua orangtua, membunuh seseorang – tidak sesuai dengan haknya – serta bersumpah secara palsu.” (Riwayat Bukhari)
Alyaminul ghamus ialah sesuatu yang disumpahkan oleh seseorang dengan dusta dan disengaja, dinamakan ghamus, sebab sumpah sedemikian itu menerjunkan orang yang bersumpah itu ke dalam dosa.
Dari Abdullah bin Amr bin al-’Ash r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Termasuk dalam golongan dosa-dosa besar ialah jikalau seseorang itu memaki-maki kedua orang tuanya sendiri.” Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah,adakah seseorang itu memaki-maki kedua orang tuanya sendiri.” Beliau s.a.w. menjawab: “Ya, iaitu apabila seseorang itu memaki-maki ayah seseorang, lalu orang yang dimaki-maki ayahnya itu lalu memaki-maki ayahnya sendiri. Atau seseorang itu memaki-maki ibu orang lain, lalu orang yang dimaki-maki ibunya ini, memaki-maki ibunya sendiri.” (Muttafaq ”alaih)
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Sesungguhnya termasuk sebesar-besarnya dosa besar ialah apabila seseorang itu melaknat kepada kedua orang tuanya sendiri.” Beliau s.a.w. ditanya: “Ya Rasulullah, bagaimanakah seseorang itu melaknat kedua orang tuanya sendiri?” Beliau s.a.w. bersabda: “Iaitu orang tadi memaki-maki ayah orang lain, lalu orang ini memaki-maki ayahnya sendiri atau orang itu memaki-maki ibu orang lain, lalu orang ini memaki-maki ibunya sendiri.”
Dari Abu Muhammad, iaitu Jubair bin Muth’im r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Tidak akan masuk syurga seseorang yang memutuskan.” Sufyan berkata dalam riwayatnya bahawa yang dimaksudkan ialah memutuskan ikatan kekeluargaan. (Muttafaq ‘alaih)
Dari Abu Isa, iaitu al-Mughirah bin Syu’bah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya:
“Sesungguhnya Allah mengharamkan kepadamu semua akan berani kepada para ibu,juga mencegah – tidak melaksanakan apa-apa yang wajib atas dirinya, meminta yang bukan miliknya serta menanam anak-anak perempuan hidup-hidup. Allah membenci kepada kata-kata qil wa qal – yakni: katanya dari si Anu, ujarnya dari si Anu, tetapi tidak ada kepastiannya, juga memperbanyak pertanyaan serta menyia-nyiakan harta dibelanjakan kepada sesuatu yang bukan semestinya.” (Muttafaq ‘alaih)

DOSA PACARAN !!


Rasulullah saw bersabda : “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah). dan “Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari). Kalau menilik dari hadits di atas, maka apa yang Anda lakukan terdahulu dapat dikatakan sebagai zina, tetapi bukan zina yang terbesar yakni zina kelamin (bersetubuh) yang dosanya amat besar. Allah SWT berfirman : “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina” (QS. 25 : 68-69).
Lalu apakah kalau Anda dahulu pernah berzina (walau bikan zina bersetubuh) akan diampuni dosanya oleh Allah jika Anda bertaubat? Jawabannya : Insya Allah akan diampuni. Allah Maha pengasih dan Maha Penyayang. Dia akanmengampuni semua dosa hamba-Nya jika bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya (nasuha). Hal itu disampaikan Allah SWT dalam ayat lanjutan dari ayat yang di atas. “kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. 25 : 70).
Oleh sebab itu Saudaraku Abdullah yang dicintai Allah SWT, janganlah pernah berputus asa terhadap rahmat dan ampunan Allah SWT sebagaimana firman-Nya : ““Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS. 12 : 87). Jika Anda benar-benar bertaubat dan mengiringi taubat itu dengan amal sholih niscaya dosa-dosa Anda di masa lampau akan diampuni oleh Allah SWT. Bahkan Allah akan menggantikannya dengan kebajikan yang banyak.
Namun yang perlu disampaikan disini janganlah kita mempermainkan Allah dengan taubat kita yang bermain-main (tidak sungguh-sungguh). Bertaubat setelah itu melakukan lagi, bertaubat dan setelah itu melakukannya lagi. Hal ini bukan saja membuat kita jadi ketagihan dengan perbuatan dosa, sehingga semakin sulit untuk bertaubat nasuha. Namun juga membuat Allah SWT marah dan tidak mengampuni dosa-dosa kita. 

       (Satria Hadi Lubis)

Rabu, 24 April 2013

.::[Inspiring Story] Berhentilah Menjadi Gelas::.


Mungkinceritadibawahinibisamenjadiinspirasibuathidupqta....
Seorang guru sufimendatangiseorangmuridnyaketikawajahnyabelakanganiniselalutampakmurung.
"Kenapakauselalumurung, nak?Bukankahbanyakhal yang indah di duniaini?Kemanaperginyawajahbersyukurmu?" sang Guru bertanya.
"Guru, belakanganinihidupsayapenuhmasalah.Sulitbagisayauntuktersenyum.Masalahdatangsepertitakadahabis-habisnya," jawab sang muridmuda.
Sang Guru terkekeh. "Nak, ambilsegelas air danduagenggamgaram.Bawalahkemari.Biarkuperbaikisuasanahatimuitu."Si murid pun beranjakpelantanpasemangat.Ialaksanakanpermintaangurunyaitu, lalukembalilagimembawagelasdangaramsebagaimana yang diminta.
"Cobaambilsegenggamgaram, danmasukkankesegelas air
itu," kata Sang Guru."Setelahitucobakauminumairnyasedikit."Si murid pun melakukannya.Wajahnyakinimeringiskarenameminum air asin.
"Bagaimanarasanya?" tanya Sang Guru.
"Asin, danperutkujadimual," jawabsimuriddenganwajah yang masihmeringis.
Sang Guru terkekeh-kekehmelihatwajahmuridnya yang meringiskeasinan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMSP59LhdQ1jFkTdpblmz65ZmzlNyNlw6042tc21WDzHk0CC8wOFnIpbx8owX8ckDqq4kMgAi79ZKKY9hPqopCbVcZUxKBXxBQH0idqEHlNvuxd7xqDmuZWjCqC1RtYzPd5dXbXeHOmt8/s320/gelas.jpg
"Sekarangkauikutaku." Sang Guru membawamuridnyakedanau di dekattempatmereka. "Ambilgaram yang tersisa, dantebarkankedanau."Si muridmenebarkansegenggamgaram yang tersisakedanau, tanpabicara.Rasa asin di mulutnyabelumhilang.Iainginmeludahkan rasa asindarimulutnya, tapitakdilakukannya. Rasanyataksopanmeludah di hadapanmursyid, begitupikirnya.
"Sekarang, cobakauminum air danauitu," kata Sang Guru sambilmencaribatu yang cukupdataruntukdidudukinya, tepat di pinggirdanau.
Si muridmenangkupkankeduatangannya, mengambil air danau, danmembawanyakemulutnyalalumeneguknya.Ketika air danau yang dingindansegarmengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanyakepadanya, "Bagaimanarasanya?"
"Segar, segarsekali," kata simuridsambilmengelapbibirnyadenganpunggungtangannya.Tentusaja, danauiniberasaldarialiransumber air di atassana. Dan airnyamengalirmenjadisungaikecil di bawah.Dan sudahpasti, air danauinijugamenghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.
"Terasakah rasa garam yang kautebarkantadi?"
"Tidaksamasekali," kata simuridsambilmengambil air danmeminumnyalagi. Sang Guru hanyatersenyummemperhatikannya, membiarkanmuridnyaitumeminum air danausampaipuas.
"Nak," kata Sang Guru setelahmuridnyaselesaiminum."Segalamasalahdalamhidupitusepertisegenggamgaram.Tidakkurang, tidaklebih.Hanyasegenggamgaram.Banyaknyamasalahdanpenderitaan yang haruskaualamisepanjangkehidupanmuitusudahdikadaroleh Allah, sesuaiuntukdirimu.Jumlahnyatetap, segitu-segitusaja, tidakberkurangdantidakbertambah.Setiapmanusia yang lahirkeduniaini pun demikian.Tidakadasatu pun manusia, walaupundiaseorangNabi, yang bebasdaripenderitaandanmasalah."
Si muridterdiam, mendengarkan.
"TapiNak, rasa `asin' daripenderitaan yang dialamiitusangattergantungdaribesarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. JadiNak, supayatidakmerasamenderita, berhentilahjadigelas. Jadikanqalbudalamdadamuitujadisebesardanau. 
     *(yudhim.blogspot.com)