Angin malam yang semakin lama semakin terasa dingin, hingga
menusuk tulang, cahaya bintang-bintang yang menghiasi langit, terasa sangat
indah untuk dipandang. Malamyang gelap itu seakanmengerti perasaan yang sedang dialami Aslam. Kini
Aslam sedang merenung, ia teringat
dengan bencana alam yang telah menimpanya, yang telah memakan banyak korban
jiwa, sekarang dirinya menjadi sebatang
kara karena ditinggal oleh para keluarganya. Hal inilah yang membuat hati Aslam
menangis danseperti teriris yang rasanya sangat perih.
Kokokan ayam pun mulai
terdengar, suara merdu burung-burung
telah bersautan, matahari pun mulai menyinari. Pagi itu Aslam telah
bersiap-siap untuk pergi mengamen, hal itulah yang dilakukan Aslam untuk bisa
bertahan hidup, dengan botol aqua yan g diisi pasir dan menyanyikan sebuah lagu
ia pun mendapatkan uang yang sangat minim, dari satu mobil ke mobil lainnya,
begitulah yang dilakukannya setiap hari. Setelah cukup letih mengamen, Aslam
pun beristirahat di dekat perusahaan Koran, sambil melihat kekanan dan kekiri
Aslam melepaskan kelelahannya. Namun, kali ini pandangannya tertuju kepada
seorang penjual Koran yang sedang menawarkan korannya, ia berkata di dalam
hatinya “kalau saja aku menjadi seorang pengamen dan penjual Koran maka itu
akan lebih baik, aku bisa mendapatkan uang yang lebih banyak”, maka dengan
motivasi tersebut Aslam mulai melangkah mendekati penjaga Koran itu, Aslam pun
berkata kepadapenjaga Koran tersebut “permisi
pak apakah disini masih membutuhkan tenaga kerja?”penjaga Koran pun menjawab “memangnya kenapa, adik ini
mau bekerja disini? “ Aslam pun membalas “ya pak benar, saya ingin bekerja
disini.”penjaga Koran menjawab “ya sudah, mulai hari ini kamu saya izinkan
untuk berjualan Koran, untuk permulaan saya beri 15 lembar, jika Koran ini
habis terjual kamu akan memperoleh Rp 30.000; apakah kamu sudah mengerti?”
Aslam menjawab” ya pak, saya mengerti, terima kasih pak.” .sejak saat itu Aslam
menjadi pengamen dan penjual Koran, Aslam berjualan dengan jujur dan ramah, ia
juga pandai berdagang sehingga koran-koran itupun habis terjual. Hari-hari pun
telah berlalu, sampai pada suatu hari ia dipanggil olehpenjaga Koran untuk
menemui atasannya, atasannya itu ternyata bernama bapak Randy ia adalah seorang
pengusaha yang sukses, bukan hanya perusahaan Koran yang ia miliki tapi juga
perusahaan-perusahaan yang lainnya, ternyata karena kepandainnya dalam
berjualan sehingga Aslam diberi hadiah oleh bapak Randy, Aslampun merasa senang
dan mengucapkan terima kasih kepada bapak Randy.
Pada suatu hari ia
terlambat meminta dagangan Koran kepada penjaga Koran.penjaga Koran pun
menegurnya “ Aslam! Mengapa kamu hari ini terlambat?”, Aslam menjawab dengan
penuh rasa bersalah “ Em…mm…maaf pak, tadi….ss…saya habis pulang sekolah.”
penjaga Koran pun berkata “ya sudah, karena ini adalah kesalahan kamu yang
pertama kali, maka ini sebagai teguran, tapi kamu jangan mengulangi lagi ya!” Aslam
menjawab “ iya pak, sekali lagi maafkan saya.” Ternyata Aslam bukan
hanyamengamen dan berjualan Koran, tapi ia juga bersekolah.Di sekolah ia
belajar dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh hansip, lalu ia
mengintip dari jendela ruang kelas agar bisa mendapatkan materi pelajaran.
Tapi…. Tak jarang Aslam tertangkap oleh hansip. Sungguh begitu besarnya
semangat Aslam untuk bersekolah sehingga jalan yang berliku-liku itupun ia
jalani.
Keesokan harinya, ketika ia hendak pulang dari sekolahnya ia
melihat kejadiaan yang mengenaskan, seorang anak kecil yang mungkin sebaya
dengan dirinya tertabrak oleh mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, dan diduga pengemudi
itu sedang mabuk, setelah menabrak pengemudi itu melarikan diri,melaju dengan
kecepatan tingggi, orang sekitar berusaha mengejar mobil itu, tapi apa daya dan
usaha pengemudi itu sudah jauh, melihat anak kecil yang banyak mengeluarkan
darah itu, hati Aslam pun menangis, ia berfikir jika anak kecil itu kekurangan
darah dan tidak mendapat donor darah dari seseoarang, maka nyawanya tidak akan
tertolong lagi dan pasti orang tuanya akan merasa sedih sekali apalagi jika ia
adalah anak semata wayang. Karena Aslam tahu bagaimana sangat sedihnya
ditinggal oleh orang-orang tersayang, maka Aslam tidak mau jika orang tua anak
kecil itu merasakan kesedihan yang mendalam juga, karena kesedihan itu terasa sangat menyiksa. Akhirnyadengan
hati yang tulus dan rasa iba, Aslam membantu menolong anak kecil tersebut
bersama orang-orang sekitar hingga Aslam ikut pergi kerumah sakit tempat anak
kecil itu dibawa, lalu Aslam meminta dokter untuk memeriksa golongan darahnya,
setelah diperiksa ternyata golongan darah anak kecil tersebut sama dengan
dirinya,lalu Aslam pun mengajukan darahnya untuk didonor, maka setelah
dipersiapkan alat-alatnya, Aslam pun disuntik dan diambil darahnya, setelah
proses pendonoran selesai maka dokter pun pergi. Lalu orang tua anak kecil
tersebut datang, setelah bertanya kepada petugas di ruang reformasi mereka pun
langsung menuju kamar anaknya dirawat melihat anaknya yang sedang terbaring
dengan lemah dan seperti tidak berdaya maka kedua orang tua itupun tanpa sadar
telah meneteskan air matanya, begitu sedihnya hati mereka apalagi jika kejadian
yang mengenaskan itu mereka saksikan langsung, mungkin mereka akan tak sadarkan
diri.Setelah beberapa saat kedua orang tua itu menanyakan kepada dokter tentang
orang yang telah mendonorkan darah kepada anaknya, kemudian dokter pun membawa
mereka ke kamar orang yang telah mendonorkan darahnya, setelah pintu kamar
dibuka,ketika mereka memandang wajah pendonor betapa terkejutnya mereka, karena
mereka telah mengenalnya, dia adalah Aslam seorang anak yang bekerja menjual
Koran di perusahaan korannya, ketika kedua orang tua itu menatap wajah Aslam
betapa terharunya hati kedua orang tua tersebut, dan akhirnya mereka pun
mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya, dan sebagai tanda terima
kasih mereka, mereka menawarkan fasilitas-fasilitas kepada Aslam, namun semua
fasilitas itu di tolak oleh Aslam akhirnya kedua orang tua itupun yang tak lain
adalah bapak Randy dan ibu Sekar mereka pun berfikir kira-kira apa keinginanya
yang selama ini belum bisa terwujud, akhirnya bapak Randy pun mempunyai ide,
merekamenawarkan untuk menyekolahkannya di sekolah nomor satu di Indonesia, dan
agar Aslam dan anak mereka yaitu mu’min bisa satu sekolah dan akhirnya menjadi sahabat,
akhirnya Aslam pun mau menerima tawaran tersebut, tak lupa Aslam pun berterima
kasih kepada mereka.
Setelah Aslam dan mu’min sembuh, pada pagi harinya mereka
pergi sekolah bersama-sama, dan tak salah lagi apa yang kedua orang tua itu
rencanakan ternyata terwujud,baru saja mereka sebentar berkenalan mereka berdua
telah menjadi sahabat sejati. Setelah sampai di sekolah barunya ia merasa
terharu, Aslam tak menyangka dapat meginjakan kaki lagi disekolah. Ini adalah pertama
kalinya Aslam menginjakkan kakinya disekolah setelah sekian lama Aslam tidak
pernah menginjakkan kaki disekolah,maka hati Aslam pun merasa sangat senang,ia
tak dapat mengungkapkan lagi dengan kata-kata. Aslam pun belajar pelajaran
dengan penuh semangat, kini hari-hari Aslam pun telah berubah menjadi lebih
baik, ia tidak perlu lagi mengintip pelajaran dari jendela kelas lagi, tapi ia
langsung bertatap muka dengan gurunya,Aslampun belajar dengan sangat giat, ia pun tergolong anak yang
pandai dan cerdas tak jarang ia mendapatkan hadiah-hadiah karena
prestasi-prestasinya yang telah diraihnya mulai dari juara kelas, anak teladan,
juara-juara lomba, dan olimpiade hingga tingkat nasional, dari hadiah-hadiah
itu ia pun mengembangkannya menjadi barang yang lebih berharga atau yang
dikenal denagan barter,seperti ia mendapatkan hadiah tempat pensil dari Korea
dan karena itu adalah barang yang langka dan bagus serta sangat menarik maka
seorang temannya ingin sekali menukarnya dengan tas dari Filiphina kebetulan ia
mempunyai dua buah tas dari Filiphina setelah diantara mereka terjadi
kesepakatan maka barter atau pertukaran itupun terjadi.Jadi bareter itu
menukarkan sesuatu yang menurut mereka berdua itu saling menguntungkan.
Hari-hari Aslam pun telah terlewati, kini ia merasa telah
mendapatkan semangatnya lagi, sekarang hari-harinya bebeda dengan yang dulu,
hari-hari yang penuh dengan suka ria telah ia dapati,sampai suatu hari ia
diminta mengikuti lomba olimpiade yang kedua kalinya tingkat nasional, dengan
ketekunan dan do’a, bimbingan guru dan motivasi teman-teman akhirnya Aslam bisa
mendapatkan juara, para guru, kepala sekolah,teman-teman, dan yang lainnya
mereka sangat senang bukan main, apalagi terlihat diwajah Aslam kesengan yang
mungkin tak dapat ia lupakan, hari itu merupakan hari yang sangat berbahagia,
apalagi sekarang tukar-menukar atau barter yang dilakukan Aslam yang tadinya
berawal dari tempat pensil dari korea sekarang telah menjadi rumah, Aslam pun
sujud syukur kepada Sang-Kholiq yang telah mengubah semuanya dan memberikan
nikmat yang sangat banyak
Kemudian Aslam berfikir untuk bisa menbuat sesuatu, agar
memudahkan masyarakat dalam beraktivitas, khususnya teman-temannya yang dulu,
karena Aslam tahu bahwa hidup tanpa tempat tinggal itu sangat susah sekali,
karena mereka tidak mempunyai harta benda apapun. Sambil meneliti dan melakukan
eksperimen-eksperimen, dan beribadah
serta berdo’a kepada Alloh SWT, dan yang pasti Aslam tidak pernah lepas dari dukungan
masyarakat setempat, dalam kurun waktu yang cukup lama, akhirnya Aslampun menemukan hasil dari penelitian dan
percobaannya, yaitu bahan makanan laut,yang sering di sebut dengan gamat atau
sea cucumber yang sangat kaya akan manfaat, dengan hasil penelitian Aslam ini
maka tingkat kesehatan di Indonesia dapat teratasi dan berkurang secara
drastis, karena penelitian yang sangat bermanfaat ini, akhirnya berita ini
sangat cepat untuk menyebar, dari kampung ke kota ke kota besar hingga ke istana
Negara. Keesokan harinya pak pos memberikan surat kepada Aslam betapa
terkejutnya Aslam ketika melihat surat itu ternyata surat itu berisikan tentang
pengangkatan ia menjadi seorang professor cilik.Kegembiraan Aslampun tidak
terbayangkan, dan karena kegembiraan itu, iapun sujud syukur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar