Kamis, 25 April 2013

CERPEN QWU.... :) ==> Perjuangan Hidup


Angin malam yang semakin lama semakin terasa dingin, hingga menusuk tulang, cahaya bintang-bintang yang menghiasi langit, terasa sangat indah untuk dipandang. Malamyang gelap itu seakanmengerti  perasaan yang sedang dialami Aslam. Kini Aslam sedang  merenung, ia teringat dengan bencana alam yang telah menimpanya, yang telah memakan banyak korban jiwa,  sekarang dirinya menjadi sebatang kara karena ditinggal oleh para keluarganya. Hal inilah yang membuat hati Aslam menangis danseperti teriris yang rasanya sangat perih.
 Kokokan ayam pun mulai terdengar, suara merdu burung-burung  telah bersautan, matahari pun mulai menyinari. Pagi itu Aslam telah bersiap-siap untuk pergi mengamen, hal itulah yang dilakukan Aslam untuk bisa bertahan hidup, dengan botol aqua yan g diisi pasir dan menyanyikan sebuah lagu ia pun mendapatkan uang yang sangat minim, dari satu mobil ke mobil lainnya, begitulah yang dilakukannya setiap hari. Setelah cukup letih mengamen, Aslam pun beristirahat di dekat perusahaan Koran, sambil melihat kekanan dan kekiri Aslam melepaskan kelelahannya. Namun, kali ini pandangannya tertuju kepada seorang penjual Koran yang sedang menawarkan korannya, ia berkata di dalam hatinya “kalau saja aku menjadi seorang pengamen dan penjual Koran maka itu akan lebih baik, aku bisa mendapatkan uang yang lebih banyak”, maka dengan motivasi tersebut Aslam mulai melangkah mendekati penjaga Koran itu, Aslam pun berkata kepadapenjaga  Koran tersebut “permisi pak apakah disini masih membutuhkan tenaga kerja?”penjaga  Koran pun menjawab “memangnya kenapa, adik ini mau bekerja disini? “ Aslam pun membalas “ya pak benar, saya ingin bekerja disini.”penjaga Koran menjawab “ya sudah, mulai hari ini kamu saya izinkan untuk berjualan Koran, untuk permulaan saya beri 15 lembar, jika Koran ini habis terjual kamu akan memperoleh Rp 30.000; apakah kamu sudah mengerti?” Aslam menjawab” ya pak, saya mengerti, terima kasih pak.” .sejak saat itu Aslam menjadi pengamen dan penjual Koran, Aslam berjualan dengan jujur dan ramah, ia juga pandai berdagang sehingga koran-koran itupun habis terjual. Hari-hari pun telah berlalu, sampai pada suatu hari ia dipanggil olehpenjaga Koran untuk menemui atasannya, atasannya itu ternyata bernama bapak Randy ia adalah seorang pengusaha yang sukses, bukan hanya perusahaan Koran yang ia miliki tapi juga perusahaan-perusahaan yang lainnya, ternyata karena kepandainnya dalam berjualan sehingga Aslam diberi hadiah oleh bapak Randy, Aslampun merasa senang dan mengucapkan terima kasih kepada bapak Randy.
 Pada suatu hari ia terlambat meminta dagangan Koran kepada penjaga Koran.penjaga Koran pun menegurnya “ Aslam! Mengapa kamu hari ini terlambat?”, Aslam menjawab dengan penuh rasa bersalah “ Em…mm…maaf pak, tadi….ss…saya habis pulang sekolah.” penjaga Koran pun berkata “ya sudah, karena ini adalah kesalahan kamu yang pertama kali, maka ini sebagai teguran, tapi kamu jangan mengulangi lagi ya!” Aslam menjawab “ iya pak, sekali lagi maafkan saya.” Ternyata Aslam bukan hanyamengamen dan berjualan Koran, tapi ia juga bersekolah.Di sekolah ia belajar dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh hansip, lalu ia mengintip dari jendela ruang kelas agar bisa mendapatkan materi pelajaran. Tapi…. Tak jarang Aslam tertangkap oleh hansip. Sungguh begitu besarnya semangat Aslam untuk bersekolah sehingga jalan yang berliku-liku itupun ia jalani.
Keesokan harinya, ketika ia hendak pulang dari sekolahnya ia melihat kejadiaan yang mengenaskan, seorang anak kecil yang mungkin sebaya dengan dirinya tertabrak oleh mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, dan diduga pengemudi itu sedang mabuk, setelah menabrak pengemudi itu melarikan diri,melaju dengan kecepatan tingggi, orang sekitar berusaha mengejar mobil itu, tapi apa daya dan usaha pengemudi itu sudah jauh, melihat anak kecil yang banyak mengeluarkan darah itu, hati Aslam pun menangis, ia berfikir jika anak kecil itu kekurangan darah dan tidak mendapat donor darah dari seseoarang, maka nyawanya tidak akan tertolong lagi dan pasti orang tuanya akan merasa sedih sekali apalagi jika ia adalah anak semata wayang. Karena Aslam tahu bagaimana sangat sedihnya ditinggal oleh orang-orang tersayang, maka Aslam tidak mau jika orang tua anak kecil itu merasakan kesedihan yang mendalam juga, karena kesedihan itu terasa sangat menyiksa. Akhirnyadengan hati yang tulus dan rasa iba, Aslam membantu menolong anak kecil tersebut bersama orang-orang sekitar hingga Aslam ikut pergi kerumah sakit tempat anak kecil itu dibawa, lalu Aslam meminta dokter untuk memeriksa golongan darahnya, setelah diperiksa ternyata golongan darah anak kecil tersebut sama dengan dirinya,lalu Aslam pun mengajukan darahnya untuk didonor, maka setelah dipersiapkan alat-alatnya, Aslam pun disuntik dan diambil darahnya, setelah proses pendonoran selesai maka dokter pun pergi. Lalu orang tua anak kecil tersebut datang, setelah bertanya kepada petugas di ruang reformasi mereka pun langsung menuju kamar anaknya dirawat melihat anaknya yang sedang terbaring dengan lemah dan seperti tidak berdaya maka kedua orang tua itupun tanpa sadar telah meneteskan air matanya, begitu sedihnya hati mereka apalagi jika kejadian yang mengenaskan itu mereka saksikan langsung, mungkin mereka akan tak sadarkan diri.Setelah beberapa saat kedua orang tua itu menanyakan kepada dokter tentang orang yang telah mendonorkan darah kepada anaknya, kemudian dokter pun membawa mereka ke kamar orang yang telah mendonorkan darahnya, setelah pintu kamar dibuka,ketika mereka memandang wajah pendonor betapa terkejutnya mereka, karena mereka telah mengenalnya, dia adalah Aslam seorang anak yang bekerja menjual Koran di perusahaan korannya, ketika kedua orang tua itu menatap wajah Aslam betapa terharunya hati kedua orang tua tersebut, dan akhirnya mereka pun mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya, dan sebagai tanda terima kasih mereka, mereka menawarkan fasilitas-fasilitas kepada Aslam, namun semua fasilitas itu di tolak oleh Aslam akhirnya kedua orang tua itupun yang tak lain adalah bapak Randy dan ibu Sekar mereka pun berfikir kira-kira apa keinginanya yang selama ini belum bisa terwujud, akhirnya bapak Randy pun mempunyai ide, merekamenawarkan untuk menyekolahkannya di sekolah nomor satu di Indonesia, dan agar Aslam dan anak mereka yaitu mu’min bisa satu sekolah dan akhirnya menjadi sahabat, akhirnya Aslam pun mau menerima tawaran tersebut, tak lupa Aslam pun berterima kasih kepada mereka.
Setelah Aslam dan mu’min sembuh, pada pagi harinya mereka pergi sekolah bersama-sama, dan tak salah lagi apa yang kedua orang tua itu rencanakan ternyata terwujud,baru saja mereka sebentar berkenalan mereka berdua telah menjadi sahabat sejati. Setelah sampai di sekolah barunya ia merasa terharu, Aslam tak menyangka dapat meginjakan kaki lagi disekolah. Ini adalah pertama kalinya Aslam menginjakkan kakinya disekolah setelah sekian lama Aslam tidak pernah menginjakkan kaki disekolah,maka hati Aslam pun merasa sangat senang,ia tak dapat mengungkapkan lagi dengan kata-kata. Aslam pun belajar pelajaran dengan penuh semangat, kini hari-hari Aslam pun telah berubah menjadi lebih baik, ia tidak perlu lagi mengintip pelajaran dari jendela kelas lagi, tapi ia langsung bertatap muka dengan gurunya,Aslampun belajar dengan sangat giat, ia pun tergolong anak yang pandai dan cerdas tak jarang ia mendapatkan hadiah-hadiah karena prestasi-prestasinya yang telah diraihnya mulai dari juara kelas, anak teladan, juara-juara lomba, dan olimpiade hingga tingkat nasional, dari hadiah-hadiah itu ia pun mengembangkannya menjadi barang yang lebih berharga atau yang dikenal denagan barter,seperti ia mendapatkan hadiah tempat pensil dari Korea dan karena itu adalah barang yang langka dan bagus serta sangat menarik maka seorang temannya ingin sekali menukarnya dengan tas dari Filiphina kebetulan ia mempunyai dua buah tas dari Filiphina setelah diantara mereka terjadi kesepakatan maka barter atau pertukaran itupun terjadi.Jadi bareter itu menukarkan sesuatu yang menurut mereka berdua itu saling menguntungkan.
Hari-hari Aslam pun telah terlewati, kini ia merasa telah mendapatkan semangatnya lagi, sekarang hari-harinya bebeda dengan yang dulu, hari-hari yang penuh dengan suka ria telah ia dapati,sampai suatu hari ia diminta mengikuti lomba olimpiade yang kedua kalinya tingkat nasional, dengan ketekunan dan do’a, bimbingan guru dan motivasi teman-teman akhirnya Aslam bisa mendapatkan juara, para guru, kepala sekolah,teman-teman, dan yang lainnya mereka sangat senang bukan main, apalagi terlihat diwajah Aslam kesengan yang mungkin tak dapat ia lupakan, hari itu merupakan hari yang sangat berbahagia, apalagi sekarang tukar-menukar atau barter yang dilakukan Aslam yang tadinya berawal dari tempat pensil dari korea sekarang telah menjadi rumah, Aslam pun sujud syukur kepada Sang-Kholiq yang telah mengubah semuanya dan memberikan nikmat yang sangat banyak
Kemudian Aslam berfikir untuk bisa menbuat sesuatu, agar memudahkan masyarakat dalam beraktivitas, khususnya teman-temannya yang dulu, karena Aslam tahu bahwa hidup tanpa tempat tinggal itu sangat susah sekali, karena mereka tidak mempunyai harta benda apapun. Sambil meneliti dan melakukan eksperimen-eksperimen, dan beribadah serta berdo’a kepada Alloh SWT, dan yang pasti Aslam tidak pernah lepas dari dukungan masyarakat setempat, dalam kurun waktu yang cukup lama, akhirnya Aslampun  menemukan hasil dari penelitian dan percobaannya, yaitu bahan makanan laut,yang sering di sebut dengan gamat atau sea cucumber yang sangat kaya akan manfaat, dengan hasil penelitian Aslam ini maka tingkat kesehatan di Indonesia dapat teratasi dan berkurang secara drastis, karena penelitian yang sangat bermanfaat ini, akhirnya berita ini sangat cepat untuk menyebar, dari kampung ke kota ke kota besar hingga ke istana Negara. Keesokan harinya pak pos memberikan surat kepada Aslam betapa terkejutnya Aslam ketika melihat surat itu ternyata surat itu berisikan tentang pengangkatan ia menjadi seorang professor cilik.Kegembiraan Aslampun tidak terbayangkan, dan karena kegembiraan itu, iapun sujud syukur.
Created By          : Maretta Afia Yaasin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar